Mengenal Teknologi mmWave yang Tersemat pada MediaTek Dimensity 1050 5G.

Produsen chipset asal Taiwan, MediaTek, telah memamerkan chipset anyarnya bernama Dimensity 1050. Menariknya, chipset ini bukan sekedar chipset 5G baru untuk smartphone dan sejenisnya, melainkan chipset 5G pertama MediaTek yang gunakan teknologi mmWave (milimeter-wave / gelombang milimeter)

Sebelumnya, MediaTek seri Dimensity sudah mendukung 5G, tetapi hanya pada frekuensi di bawah 6GHz alias sub-6 GHz. Sementara pada MediaTek Dimensity 1050 yang gunakan mmWave diklaim akan memberikan kecepatan dan kapasitas yang membuat pengguna mendapatkan pengalaman konektivitas yang sangat baik, meskipun sedang berada pada area padat penggunaan seluler.

Bersamaan dengan itu, diperkenalkan juga dua chipset terbaru yang sudah menggunakan proses fabrikasi terkini. Yakni seri MediaTek Dimensity 930 5G, serta Helio G99 yang bakal populer untuk smartphone 4G kelas menengah.

Sebelum membahas spesifikasi tiap chipsetnya, mari kita berkenalan terlebih dahulu dengan Teknologi dari mmWave itu sendiri.

telko.id

Dikutip dari dokumen Seminar Nasional Inovasi dan Aplikasi Teknologi di Industri 2019, Teknologi mmWave menyediakan Big data untuk jutaan user yang terkoneksi secara otomatis. Sehingga mmWave mampu memberikan latensi –ukuran waktu yang diperlukan beberapa data untuk mencapai tujuan di seluruh jaringan– dengan kecepatan tinggi.

Penggunaan mmWave digunakan untuk pengaplikasian teknologi dengan data rate yang tinggi dimana bisa mencapai hingga 10Gbps. Namun untuk dapat terpenuhinya ekspektasi pada teknologi 5G ini maka teknologi mmWave diharapkan dapat memberikan peak data rate downlink hingga 20Gbps dan uplink hingga 10Gbps.

Kelebihan mmWave:

  • Ukuran dari antena yang digunakan semakin kecil.
  • Bandwidth yang lebih tinggi.
  • Kondisi yang menguntungkan untuk pengembangan Small cell.
  • mmWave di 5G memiliki dukungan jaringan backhaul multi-gigabit dengan jarak sekitar 400 meter dan jarak akses seluler hingga 200-300 meter.

Kekurangan mmWave:

  • Area cakupan sempit
  • Hanya mendukung propagasi Liine-of-Sight.

Untuk mobile yang sedang mengalami kendala saat proses perpindahan data yang terhalang maka akan terdapat tantangan saat menggunakan mmWive. Hal ini disebabkan karena mmWave mempunyai frekuensi yang tinggi sehingga sangat beresiko untuk kehilangan data pada proses pengirimannya.

Namun, kekurangan ini dapat diatasi dengan menggunakan teknik mimo beamforming atau dengan cara memfokuskan titik pengiriman data gelombang ke suatu titik tertentu. Hal ini akan membuat proses transmisi data jadi lebih efisien.

Taukah kamu, kalau teknologi mmWave juga pernah digunakan Telkomsel pada acara MotoGP 2022 di Mandalika, sehingga frekuensi internet bisa menghasilkan kecepatan 5G lebih dari 5Gbps.

MediaTek.com/mediatek-dimensity-1050

Di Indonesia dan sejumlah negara lain, jaringan 5G yang digunakan memang lebih banyak menggunakan versi Sub-6 yang memang bisa pancarkan sinyal lebih luas. Namun sejumlah operator di Amerika Serikat juga menjalankan konektivitas mmWave 5G yang terkenal lebih kencang. Lewat Dimensity 1050, tentu membuat MediaTek bisa menggaet lebih banyak konsumen.

Karena sudah menggunakan proses fabrikasi 6nm dari TSMC, spesifikasi Dimensity 1050 terbilang ngebuut. CPU nya gunakan dua inti Cortex-A78 & enam inti Cortex-A55, GPU ARM Mali-G610 MC3, hingga opsi memori sampai UFS 3.1.

MediaTek menjanjikan jika perangkat yang rilis dengan chipset Dimensity 1050 akan diperkenalkan pada awal Q3 2022 (Juli-September).

Tahan, jangan beli smartphone dulu brodi. Takutnya di bulan-bulan depan smartphone 5G dengan teknologi mmWave pada bermunculan dengan harga yang terjangkau hihi..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *