5 HP yang Diramal Sukses, Ternyata…

Dari tahun 2019 sampai 2022 ini, smartphone dengan berbagai bentuk unik dan model futuristic mulai diperkenalkan bahkan diperjual belikan. Namun naas, beberapa smartphone yang diidam-idamkan kemunculannya, tiba-tiba hilang entah kemana!

Kira-kira, smartphone apa sajakah itu, kita simak berikut ini ya:

1. Xiaomi Mi Mix Alpha

Hayo masih pada inget dengan smartphone layar fullbody dari Xiaomi ini?

Sempat rame pada tahun 2019, tentunya Xiaomi sempat membuat heboh dunia pergadgetan dengan memamerkan Xiaomi Mi Mix Alpha. Ponsel tersebut mengusung model layar waterfall yang hampir membalut tubuhnya hingga bagian belakang.

Namun saat prototype ini muncul ke permukaan, alih-alih membicarakan soal tanggal peluncurannya, CEO dari Xiaomi yakni Lei Jun malah menyatakan smartphone ini tidak akan diproduksi secara masal.

Lei Jun megambil langkah realistis dengan mengatakan kalau produksi masalnya akan terlalu sulit, jadi Xiaomi memutuskan bahwa Mi Mix Alpha ini hanyalah sekedar prototype belaka.

Meskipun begitu, Xiaomi nampaknya masih mencoba merancang ponsel dengan desain unik ala-ala walaupun hanya sampai tahap prototype. Yang penting, prototype bagus, respon netizen bagus dan tinggal patenkan ide prototype biar nggak dicuri sama brand lain.

Ya alurnya bakal gitu-gitu terus sih guys! Tapi kalaupun sudah dirilis, kalian berminat untuk membeli nggak nih? Atau malah takut kena sentuhan ghosting gara-gara layarnya besar?

2. Google Project Ara

Di tahun 2013 juga sempat rame-ramenya membahas smartphone bongkar pasang atau smartphone modular.

Dengan langkah berani, Google mematenkan prototype smartphone modular dan langsung memamerkannya. Ya! Otomatis, beritanya langsung tersebar ke penjuru dunia, dan proyek inisiatif oleh Google ini diberi nama Project Ara-Ara. Hehe bercanda ya guys! Ara-nya hanya satu aja kok.

Project Ara sendiri merupakan proyek smartphone modular yang pertama dikembangkan oleh Motorola pada 2012 lalu, kemudian dilanjutkan oleh Google.

Inovasi bongkar pasang tersebut mampu membuat layar, papan ketik, kamera hingga baterai dapat dilepas-pasang secara mudah.

Google berharap dikembangkannya prototype Project Ara akan berpotensi untuk mengurangi limbah elektronik, dimana pada saat itu Google sangat berambisi untuk menciptakan sebuah smartphone dengan biaya produksi rendah sehingga dapat dijual dengan harga yang lebih terjangkau.

Namun kenyataan berkata lain, justru prototype Project Ara malah membutuhkan biaya produksi yang tinggi, karena banyaknya variasi komponen di dalamnya.

Kemudian pada tahun 2015, dalam acara Mobile World Congress di Barcelona, Spanyol , Google tidak mengumumkan produk smartphone apa pun di ajang tersebut. Namun hanya berbagi informasi perihal smartphone rakitan Project Ara.

sebelum perilisan ponsel tersebut diuji coba namun mengalami gagal booting dan beberapa fiturnya tidak berjalan dengan baik sehingga acara peluncurannya yang akan dilakukan pada 2016, ditunda.

Ya gitu deh. Ide boleh banyak, tapi yang susah itu memutuskan mulai dari mana.

3. Oppo With Rear Display

Selama pameran teknologi Oppo Inno Day 2021, Oppo telah mengungkapkan sejumlah teknologi baru yang sedang dikerjakannya. Didalamnya terdapat smartphone lipat komersial pertamanya, Oppo Find N, dan bahkan kacamata pintar Oppo Air Glasses.

Tak ketinggalan juga konsep smartphone Oppo terbaru yang diduga akan diterapkan pada Oppo Find X4 PRO atau Oppo Find X5 PRO. Desainnya menghadirkan layar ganda, satu layar utama di bagian depan dan panel sekunder yang lebih kecil di bagian atas sisi belakang. Layar yang lebih kecil ini memiliki berbagai desain mulai dari lingkaran, persegi panjang, dan persegi yang rata-rata terletak diantara modul keempat kamera belakang.

Di sisi lain, tampilan depan desain smartphone ini juga agak menonjol, karena menawarkan panel waterfall yang melengkung di keempat tepinya. Dengan kata lain, tampak depan desain seperti ini membuat smartphone tidak memiliki bezel yang nampak. Aspek penting lainnya dari tampilan depan adalah kamera selfienya yang didesain sebagai kamera di bawah layar, sehingga layarnya akan terlihat luas tanpa gangguan apapun.

Sementara, untuk processornya akan menggunakan Snapdragon 8 Gen 1 dan rencananya akan dirilis pada Quartal-1 2022. Namun, konsep dari Oppo ini sama sekali tidak memiliki informasi tambahan atau informasi terbaru secara berkala.

Para leaker mengumumkan bahwa pihak Oppo mematenkan desain ini agar tidak ditikung oleh kompetitor. Namun, kemungkinan besar desain ini akan terealisasikan meski membutuhkan waktu yang cukup lama.

4. Vivo Mini Drone Camera

Smartphone dan kamera drone merupakan dua produk yang berbeda. Namun, bagaimana jika hal tersebut disatukan? Hal ini kabarnya dilakukan oleh Vivo. Perusahaan asal China tersebut memiliki konsep smartphone dengan mini drone-nya sendiri.

Nantinya mini drone tersebut akan ditempatkan pada atas smartphone. Perangkat drone akan memiliki empat baling-baling dan kamera mandiri yang terletak di bagian badan drone sehingga desain ini dirancang khusus untuk pengguna my trip my adventure, hanya perlu mengeluarkan drone untuk setiap pengambilan foto atau video pemandangan yang bagus.

Sampai detik ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Vivo, sebab terkendala pada build qualitynya yang cukup membahayakan jika terkena hembusan angin, air, dan debu, serta kapasitas baterai drone yang sangat terbatas.

Namun jika melihat Vivo sudah mengekspos dan mengklaim prototype tersebut, maka kemungkinannya smartphone mini drone tersebut akan dirilis, walaupun memang membutuhkan waktu yang lama untuk merealisasikan hal tersebut.

5. Samsung, Layar Lipat dan Layar Gulung dalam Satu HP.

Desain terakhir ini mungkin membuat netizen bertanya-tanya; apakah produknya betul akan rilis?

Sebetulnya, Samsung telah banyak menyimpan prototype desain smartphone, namun banyak yang masih disembunyikan dari publik. File yang dikirim Samsung ke World Intellectual Property Office (WIPO) pada 10 Juni 2021 diunggah secara terbuka pada 16 Desember 2021.

Paten ini memiliki judul Electronic Device Capable of Folding and Sliding Operations. File paten ini menggambarkan sebuah layar perangkat yang dapat digulung (dalam artian dislide) dan dilipat dalam satu perangkat.

Sesuai gambar, setelah layar dislide, layar tersebut dapat dilipat dengan sudut miring. Namun, inovasi dari Samsung memungkinkan layarnya untuk dapat dilipat meski layar pada smartphone ini tidak dislide atau dalam keadaan default.

Masih minim informasi mengenai konsep ini, namun lagi-lagi Samsung mengeluarkan konsep desain hanya untuk menciptakan hak paten atas ide mereka dan belum ada titik cerah untuk merealisasikannya.

Ya balik lagi!

Yang penting, prototype bagus, respon netizen bagus dan tinggal patenkan ide prototype biar nggak dicuri sama brand lain. Haha ya kan guys.

Soooo, kalau desain-desain unik dari berbagai brand tersebut dirilis betulan, kamu mau beli yang mana nih? Komen yaaa….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *