Xiaomi sejauh ini sudah memiliki sub-brand di lini smartphone-nya yaitu Poco dan Redmi. Namun, baru-baru ini vendor smartphone asal China tersebut dikabarkan akan menambah sub-brand baru. Namun saya dari pihak perusahaan belum mau memberitahukan seputar ‘nama terang’ sub-brand baru tersebut.
Laporan ini berasal dari The Mobile Indian yang mengatakan, seri atau sub-brand baru ini hadir dengan chipset yang diperkuat dari Snapdragon seri 700. Penambahan sub-brand Xiaomi ini disinyalir akan mencakup smartphone dan tablet yang baru.
Bedanya dengan brand Poco dan Redmi, smartphone yang berada di bawah sub-brand Xiaomi anyar ini akan menggunakan sistem operasi yang “mendekati Android stock”. Artinya, OS yang digunakan akan lebih ringan karena minim bloatware dan minim “modifikasi”.

Selain sistem operasi, hal lain yang membedakan adalah penggunaan chipset pada perangkat di bawah sub-brand anyar tersebut. Smartphone yang dijual nantinya akan menggunakan chipset kelas menengah Snapdragon seri 7. Artinya, smartphone tersebut diperkirakan bakal dipatok seharga 15.000 rupee sampai 25.000 rupee alias sekitar Rp 2,7 juta hingga Rp 4,6 juta.
Poco dan Redmi sebenarnya juga berada di rentang harga yang sama. Namun, smartphone yang ada di bawah sub-brand baru ini nantinya akan diproduksi di India. Besar kemungkinan juga akan dipasarkan di negara tersebut.

Menurut sumber, kehadiran sub-brand ini untuk menyasar “para penggemar teknologi”. Nah, dirangkum DKIDchannel dari Gadgets 360, “penggemar teknologi” di sana didominasi oleh pencinta ponsel Google Pixel dan OnePlus.
Kehadiran sub-brand ini diproyeksikan untuk mengisi ceruk yang mulai ditinggalkan oleh Pixel dan OnePlus, seiring dengan popularitas yang menurun. Xiaomi sendiri sebenarnya pernah memproduksi ponsel dengan sistem operasi Android murni yakni Mi A1 yang dirilis pada 2017. Kemudian penerusnya, Mi A2, dirilis pada 2018. Namun, hal ini masih bersifat bocoran, kemungkinan akan ada perubahan/penambahan informasi di masa mendatang.
Xiaomi sendiri juga belum mengumumkan atau memperlihatkan tanda-tanda untuk meluncurkan smartphone bikinannya menggunakan sub-brand baru ini.