Perusahaan teknologi MediaTek memamerkan berbagai produk dan konsep di ajang Mobile World Congress (MWC) Barcelona 2024, Senin (26/2/2024). Salah satu konsep teknologi yang dipamerkan adalah komputasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) generatif, yakni Ambient Computing. Ambient Computing merupakan konsep di mana teknologi terintegrasi dengan lingkungan dan kehidupan pengguna secara mulus (seamless).

Dengan teknologi ini, pengguna bisa menjalankan aplikasi yang berat di perangkatnya, dengan mendistribusikan bobot tersebut ke berbagai perangkat yang dimiliki. Hal ini disebut mirip seperti mekanisme bermain game berbasis awan (cloud). “Sebagai contoh, ketika menggunakan kacamata pintar (smart glasses) dan smartphone, kita bisa memanfaatkan daya komputasi smartphone tersebut agar smart glasses dapat menjalankan aplikasi berat dengan resolusi yang tinggi,” kata Nicole Li, Marketing Communications MediaTek. Tak hanya dibatasi pada perangkat pengguna, integrasi ini juga bisa dilakukan dengan server menara base station.
Menara itu tidak hanya digunakan operator seluler untuk menjual konektivitas internet, tetapi kini juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber daya komputasi. Dengan kata lain, ini menjadi cara terbaru bagi operator untuk mencari “cuan”.
Dalam demo singkat yang ditunjukkan di booth MediaTek, simulasi teknologi ini menggunakan satu tablet, satu smartphone, satu tablet, jaringan 5G mini, dan server. Ketika menjalankan suatu aplikasi di tablet, tentu semua pemrosesan termasuk CPU bakal dilakukan di dalam perangkat tersebut. Jika kedua perangkat lainnya dihubungkan menggunakan Wi-Fi, sumber daya ini bisa dibagi agar tablet utama itu tidak kewalahan. Contohnya seperti pada gambar di bawah ini, yang mana satu tablet harus memproses lima model tiga dimensi (3D) sekaligus.
Ketika dihubungkan dengan perangkat lainnya, tablet tersebut memproses satu model, smartphone memproses dua model, dan laptop memproses dua model. Lihat Foto Tampilan tablet setelah daya pemrosesan itu didistribusikan ke perangkat lain
Distribusi ini bisa berubah dari waktu ke waktu, misalnya tablet memproses tiga model sedangkan smartphone memproses dua model. Hal ini dimungkinkan karena sistem yang secara dinamis mengecek perangkat apa yang bisa terhubung dan yang tidak. Yang menjadi catatan, tidak semua perangkat bisa bergabung untuk berbagi tugas. Sebab, berbagai perangkat bisa saja memiliki kapasitas memori kecil dan CPU yang lebih kecil, sedangkan komputasi membutuhkan daya yang tinggi.

Pemrosesan avatar AI secara real-tim
Selanjutnya, MediaTek memperlihatkan bagaimana mereka memasukkan Low Rank Adaptation (LoRA) ke dalam platform kecerdasan buatan NeuroPilot. Sederhananya, LoRA adalah teknik pelatihan model bahasa besar (large language model/LLM) yang lebih efisien dan mengonsumsi lebih sedikit memori ketimbang teknik lainnya.
Dengan adanya LoRA, pengguna mampu membuat avatar bergerak langsung dari kamera. Seperti gambar AI yang sudah dipaparkan sebelumnya, pembuatan avatar AI ini juga dilakukan secara real-time. Ketika pengguna bergerak dan berpose, hasil foto pun bisa berubah.
AI Summary Generator dan AI Style
Transfer Fitur AI lain yang bisa dijalankan di Dimensity 9300 adalah AI Summary Generator yang sejatinya merupakan alat merangkum teks dengan kemampuan mengidentifikasi poin penting berkat penggunaan Dimensity 9300, tanpa bergantung pada layanan cloud.
Demo fitur ini dikembangkan menggunakan model bahasa besar Meta LlaMA 7B. Kemudian, ada pula Vivo AI Style Transfer yang mampu mengubah gaya visual yang dipakai gambar, Oppo AI Eraser untuk mendeteksi dan menghapus objek atau subjek yang tidak diinginkan dalam gambar, serta Redmi AI Expansion yang secara pintar memperlebar gambar.